Oleh: manajemenbencana | November 15, 2007

Terendam Air, Petani Jagung Gagal Panen

Kulonprogo, Suaramerdeka CyberNews – Petani jagung Kulonprogo pasrah dan tak berharap banyak pada hasil tanamannya. Pasalnya, beberapa waktu lalu hujan deras mengguyur wilayah tersebut membuat ratusan hektar ladang jagung terendam air.

”Akibatnya pohon jadi layu kemudian kekuning-kuningan. Lihat saja daun-daun mulai rontok dan bakal buah juga membusuk,” ujar Nur, petani yang tinggal di Sentolo, Kamis (15/11).

Dia menunjukkan hamparan ladang di depan rumah yang sebenarnya ketika awal musim hujan lalu sudah mulai tumbuh subur dan segera berbuah. Sejauh mata memandang tampak hijau menyegarkan. Namun setelah beberapa hari hujan turun tanpa henti, membuat ladang terendam air. Pupus sudah asa Nur dan teman-temannya memanen jagung.

Kejadian seperti sekarang ini memang pernah terjadi beberapa tahun silam. Mereka tidak menduga kalau akan terulang kembali. Posisi ladang yang agak rendah dibanding selokan memang rawan tergenang. Namun apa daya, begitulah kondisinya.

Di Pengasih, kondisi serupa juga terlihat. Ratusan hektar ladang jagung terancam gagal panen alias puso. Ketinggian air waktu hujan deras belum lama ini mencapai 30 cm bahkan ada yang lebih di sejumlah tempat. Seperti pula di Sentolo, tanaman di sini juga lantas layu karena sehabis terendam air lantas panas menyengat.

Seorang petani dari Kelompok Tani Kemendung, Samidi mengaku pasrah karena itu memang kondisi alam. Akhir pekan lalu dan awal minggu ini hujan turun terus-menerus mengakibatkan genangan di mana-mana termasuk di ladang jagung. ”Air menjadi berlimpah menggenangi semua areal tanaman jagung. Sebenarnya sudah ada saluran air namun mungkin kondisi tanah yang kurang bagus mengakibatkan air tak bisa meresap,” papar dia.

Jagung milik dia dan petani lain saat ini menginjak umur dua bulan dan akan segera panen. Bakal buah sudah muncul dan tak lama lagi panen. Akibat gagal, petani menghitung kerugian bisa mencapai jutaan rupiah.
( agung priyo wicaksono/cn05 )

Oleh: manajemenbencana | November 15, 2007

1.600 Rumah Terendam Banjir di Tebing Tinggi

Detikcom, Medan – Banjir yang bersumber dari luapan air sungai menyebabkan sekitar 1.600 rumah di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut) terendam air. Hingga Rabu (14/11/2007) malam, air baru surut beberapa sentimeter.

Banjir di Kota Tebing Tinggi, sekitar 81 kilometer Medan, bersumber dari luapan Sungai Bahilang. Air menggenangi rumah-rumah penduduk pada enam kelurahan di dua kecamatan yakni kecamatan Padang Hulu dan Kecamatan Tebing Tinggi Kota.

“Banjir ini disebabkan hujan di kawasan hulu sungai dan ini sudah sering terjadi, terutama di musim hujan. Banjir hari ini, ketinggian air antara 20 centimeter hingga satu meter pada beberapa tempat yang dekat dengan sungai,” kata Nurdin (43) warga Kelurahan Tualang, Kecamatan Padang Hulu.

Di Kecamatan Padang Hulu, rumah warga yang terendam air umumnya berada Kelurahan Tualang, Bandar Sono, dan Kelurahan Persiakan. Sementara di Kecamatan Tebing Tinggi Kota, wilayah yang terkena banjir yakni Kelurahan Mandailing, Kelurahan Pasar Baru dan Kelurahan Pasar Gambir.

Warga menyatakan, air mulai masuk ke rumah pada Rabu dinihari. Namun hingga Rabu malam, air baru surut beberapa centimeter saja. Karena khawatir air naik kembali, sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Umumnya warga pindah sementara ke rumah saudara. Namun sebagian mengungsi ke posko-posko yang sudah disediakan Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Para korban banjir ini mereka membawa serta barang-barang berharga yang dapat diselamatkan.

Selain menggenangi rumah-rumah penduduk, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial. Beberapa sekolah dasar yang ada di dua kecamatan yang dilanda banjir tersebut terpaksa diliburkan. Sementara di beberapa ruas jalan protokol, genangan air yang lebih dari 30 centimeter menyebabkan transportasi terhambat. (rul/nvt)

Oleh: manajemenbencana | November 15, 2007

Sukabumi Digoyang Gempa 5,2 SR

Detikcom, Sukabumi – Gempa dengan skala cukup besar tak hanya mengguncang Chile dan beberapa negara Amerika Tengah. Sukabumi, Jawa Barat, juga digoyang gempa. Guncangan gempa itu tercatat berkekuatan 5,2 SR.

Catatan Badang Meterologi dan Geofisika (BMG), gempa terjadi pada Kamis (15/11/2007) pukul 05.32 WIB. Gempa terjadi di 7.58 lintang selatan dan 107.9 bujur timur dengan kedalaman 50 km.

Pusat gempa berada di 79 km arah tenggara Sukabumi. Gempa ini juga dirasakan warga di Bandung. Namun warga tidak panik lantaran guncangan yang dirasakan tidak besar. Bahkan beberapa warga tidak menyadari telah terjadi gempa.

Oleh: manajemenbencana | November 14, 2007

Daerah Perlu Beri Peringatan Dini

Sindo, Semarang – Berbagai daerah di Jateng yang masuk kategori rawan bencana baik banjir maupun tanah longsor diminta untuk menyiapkan sistem peringatan dini.Para kepala daerah diminta menyosialisasikan wilayah-wilayah rawan bencana di daerahnya untuk menghindari kemungkinan timbulnya banyak korban saat terjadi bencana.Sebab bencana bisa terjadi setiap saat.

“Kita kan tidak bisa memprediksi kapan bencana akan terjadinya.Makanya para kepala daerah kami minta menyiapkan sistem peringatan dini supaya tidak jatuh banyak korban,” terang Gubernur Jateng Ali Mufiz seusai rapat koordinasi intelejen di Kantor Gubernur, kemarin.

Gubernur menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah rawan bencana.Sebab dari hasil pemetaan yang dilakukan, sebanyak 24 kabupaten/ kota di Jateng dinyatakan rawan banjir. Sementara 27 kabupaten dinyatakan rawan terjadinya tanah longsor.

“Pemprov juga sudah menyiapkan tiap-tiap Bakorlin untuk melakukan koordinasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” terangnya. Mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, pemprov saat ini sedang berusaha menyatukan berbagai potensi yang ada di masyarakat. Lembaga- lembaga yang punya sumberdaya, akan diintegrasikan untuk membuat persiapan penanggulangan bencana yang lebih matang.

Dari hasil mapping yang telah dilakukan, 24 kabupaten/ kota di Jateng dinyatakan rawan banjir. “Hasil mapping itu sangat penting bagi pemprov untuk menentukan langkah penanganan yang akan dilakukan,” tegasnya.

Sementara, anggota Komisi D DPRD Jateng, Kamal Fauuzi meminta pemprov intensif menyosialisasikan daerah rawan bencana kepada masyarakat. Pemerintah juga diminta untuk menyiapkan perangkat evakuasi dan tanggap bencana di lokasi rawan bencana.

Bahkan jika diperlukan, warga masyarakat yang berada di daerah yang tingkat kerawanannya cukup tinggi, diminta supaya dievakuasi. “Dalam kondisi tertentu, Pemprov perlu melakukan evakuasi masyarakat yang berada di daerah yang rawan bencana, supaya tidak timbul banyak korban,” tegasnya. (khusnul huda) Rabu, 14/11/2007

Oleh: manajemenbencana | November 14, 2007

ASEAN Canangkan Tanam Jutaan Pohon

Sindo, Tokyo – Para pemimpin negara-negara anggota ASEAN akan melakukan penanaman pohon pada jutaan hektare lahan di seluruh kawasan hingga 2020.Langkah ini diambil sebagai aksi nyata untuk mengurangi efek rumah kaca yang menjadi penyebab utama pemanasan global (global warming).Rencana penanaman pohon pada lahan lebih 10 juta hektare ini akan diumumkan dalam deklarasi khusus pertemuan puncak 10 negara anggota ASEAN ke-13 di Singapura pekan depan.Koran The Mainichimelaporkan deklarasi ini juga akan mendorong negara anggota untuk menggalakkan perlindungan terumbu karang seperti diusulkan Indonesia. Para pemimpin ASEAN juga akan menandatangani deklarasi soal penanganan dan perlindungan lingkungan berkelanjutan.

Namun, belum ada penjelasan detail tentang hal ini. Di samping itu, negaranegara anggota ASEAN juga akan mengumumkan dukungan bagi kesuksesan pertemuan tahunan PBB soal perubahan iklim di Bali. Namun pejabat ASEAN belum bisa mengonfirmasi laporan ini. Meski bukan anggota ASEAN, Jepang akan ikut dalam pertemuan di Singapura. PM Yasuo Fukuda akan hadir bersama pemimpin China dan Korea Selatan.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan akan menyetujui draf baru global warming yang sedang digodok Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB atau IPCC. Seorang pejabat penting AS menyatakan siap mendukung dokumen yang mewajibkan kalangan pemerintah dan pebisnis menyediakan dana miliaran dolar per tahun untuk mengurangi efek pemanasan global.

“Kita tak ada masalah apa pun dengan draf tersebut. Namun semua tergantung pada apa yang akan terjadi dalam pertemuan,” ujar John Marburger, Direktur Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi AS,kemarin. Draf baru akan dibahas pekan ini oleh IPCC yang beranggotakan para ilmuwan yang fokus mempelajari global warming. (AP/Bloomberg/ pung purwanto) Rabu, 14/11/2007

Oleh: manajemenbencana | November 14, 2007

Angin Puting Beliung Terjang Klaten

Suaramerdeka CyberNews, Klaten – Angin puting beliung terus menerjang wilayah Kabupaten Klaten dalam tiga hari terakhir.Setelah Kecamatan Prambanan, Jogonalan,Wedi, Bayat dan Kalikotes, Selasa ( 13/11) angin kembali mengamuk di beberapa wilayah. Diantaranya di Kecamatan Trucuk, Ngawen, dan Karangdowo. Bahkan Kecamatan Klaten Utara yang ada di wilayah kota juga diterjang. A

ngin disertai hujan deras terjadi pukul 15.30. Angin bergerak dari arah utara dan terus berputar. Di Wilayah Kecamatan Ngawen dua desa yakni Desa Mayungan dan Belangwetan angin menumbangkan pohon-pohon.

Di Desa Mayungan, rumah Sukamto ( 50) rusak berat tertimpa pohon sawo yang ada di depan rumah . Selain itu banyak pohon tumbang di dekat persawahan dan jalan desa. ”Angin sangat kencang, genteng rumah banyak yang hilang dibawa angin,” ujar Mursidi, warga Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen.

Di Desa Bramen, Kecamatan Klaten Utara rumah milik Joko Sugiyono ( 45) ambruk total setelah dihempas angin. Perabot rumah tangga rusak meski tidak ada korban jiwa. Di Jl Mayor Kusmanto, beberapa baliho besar roboh ke jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas. Sebagian lainnya memutus kabel listrik dan jaringan telepon.

”Saya untungnya sudah lari sebelum rumah roboh. Kalau tidak bisa jadi tertimbun,” ujar Mursiyem ,istri Joko usai kejadian.

Dia mengatakan angin datang mendadak. Rumahnya yang di pinggir desa seperti diangkat putaran angin. Selain di dua wilayah itu, angin juga menumbangkan pohon besar di jalur kecamatan Trucuk. Di desa Mandong, Kecamatan Trucuk sebuah rumah ditimpa pohon sehingga rusak parah.

Di Kecamatan Karangdowo angin hanya merusak kahan dan menumbangkan pepohonan di jalan-jalan desa. Sebelumnya, Senin sore ( 12/11) hujan yang disertai angin puting beliung menerjang tiga wilayah Kecamatan di Kabupaten Klaten yakni Kecamatan Bayat, Kalikotes dan Wedi.

Empat rumah rusak berat akibat tertimpa pohon dan puluhan lainnya rusak ringan. Tiga rumah warga masing-masing rumah Bambang Widodo (45), Marto Tukimin (56) dan Girah (45) warga Desa Krakitan, Kecamatan Bayat rusak berat tertipma pohon tumbang.

Di Dusun Jeblog, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, rumah milik Dalimin ( 50) juga rusak berat tertimpa pohon. Di Kecamatan Wedi angin menumbangkan puluhan pohon di jalan.

Kepala Kantor Kesbanglinmas, Drs Eko Medi Sukasto mengatakan belum menerima laporan lengkap kejadian itu.”Semua masih dicek dan data belum dilaporkan,” ujar dia.( achmad hussain/Cn07 )

Oleh: manajemenbencana | November 14, 2007

Pintu Air Manggarai Aman Terkendali

Suaramerdeka CyberNews, Jakarta – Tampaknya sepanjang hari ini Jakarta tidak lagi mendapatkan kiriman air dari Bogor dan Depok, Jawa Barat. Hal ini disebabkan, sejak semalam hingga kini ketinggian air di tiga tempat menunjukkan angka di bawah normal.”Permukaan air di Pintu Air Manggarai sekarang di bawah standar, yakni 670 cm,” ujar Petugas Pintu Air Manggarai, Mamat, Rabu (14/11/2007).

Dikatakan di bawah standar, karena untuk ketinggian normal air di Manggarai mencapai 700 cm. Sedangkan, sejak semalam ketinggian air di Pintu Air Katulampa, Bogor hanya mencapai 40 cm. Sedangkan, Ketinggian normal di Katulampa seharusnya 80 cm.

Selain itu, muka air di Pintu Air Depok juga tidak menunjukkan adanya kekhawatiran. Dengan ketinggian normalnya 200 cm, hingga pukul 06.30 WIB, permukaan air di Depok baru setinggi 140 cm. “Jadi orang Jakarta ngga perlu khawatir, karena hari ini kalau tidak hujan, ngga akan ada kiriman air,” ujar Mamat yang setia memberikan keterangannya.( okz/Cn08 )

Oleh: manajemenbencana | November 13, 2007

Puting Beliung Amuk Dua Desa di Lamongan

Senin, 12/11/2007 22:31 WIB
DetikSurabaya, Lamongan – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang dua desa di Lamongan. Puluhan rumah di Desa Sumurgenuk dan Desa Gendong Kulon Kecamatan Babat Lamongan rusak akibat diterjang angin.

Oleh: manajemenbencana | November 11, 2007

Banjir di Kampung Melayu Sedada Orang Dewasa

Detikcom, Jakarta – Intensitas hujan di Jakarta mulai meningkat. Daerah yang menjadi langganan banjir seperti Kampung Melayu, Jakarta Timur mulai digenangi air setinggi dada orang dewasa.”Menurut laporan warga, ketinggian air berbeda-beda. Ada yang sepinggang hingga sedada orang dewasa,” kata petugas piket pintu air Manggarai Dian Nurcahyono, Sabtu (11/11/2007)

Oleh: manajemenbencana | November 10, 2007

Depok Diterjang Puting Beliung, Pohon dan Reklame Roboh

Detikcom, Jakarta – Angin puting beliung dan hujan lebat melanda Depok, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2007) selama lebih kurang 2 jam. Pohon-pohon dan papan reklame yang berada di tepi jalan roboh.”Angin berhembus sangat kencang,” ujar salah satu petugas Traffic Management Center (TMC) Pola Metro Jaya Briptu Yoka kepada detikcom.

Yoka menyebutkan, pepohonan dan papan reklame yang roboh antara lain di Jl Juanda, Jl Saminten, hingga pertigaan Jl Gas Alam.

Older Posts »

Kategori