Bahaya Alamiah

“Natural hazards [bahaya alamiah] are a part of life. But hazards only become disasters when people’s lives and livelihoods are swept away…. let us remind ourselves that we can and must reduce the impact of disasters by building sustainable communities that have long-term capacity to live with risk.”

Kofi Annan
Secretary-General of the United Nations
Message on the occasion of the International Day for Disaster Reduction 8 October 2003.

Jepang telah membuat sebuah badan khusus di Universitas Kyoto untuk pencegahan bencana, terutama yang terkait dengan pergerakan laut dan gunung berapi. “Disaster Prevention Research Institute” ini dibagi atas beberapa bagian utama:

  • Research Center for Disaster Reduction Systems: Section of Disaster Information System
  • Division of Earthquake Disaster Prevention:
    • Section of Strong Motion Seismology
    •  Section of Dynamics of Foundation Structures
  • Division of Earthquake Hazards: Section of Earthquake Source Mechanisms
  • Division of Geohazards: Section of Geotechnics
  • Division of Atmospheric and Hydrosperic Disasters: Section of Maritime Disasters

Bagaimana dengan Indonesia yang sering dilanda berbagai macam bencana alam dan man-made disaster?

  1. Hujan dan Banjir: banjir besar, banjir bandang, banjir tahunan, banjir siklus 5 tahunan, dst.
  2. Kebakaran: kebakaran hutan, kebakaran pasar tradisional, kebakaran perumahan padat, dst.
  3. Gempa: gempa gunung berapi, gempa tektonik
  4. Kekeringan (drought)
  5. Ombak besar di samudera dan Tsunami
  6. Angin puting beliung (cyclone)
  7. Tanah longsor dan luapan lumpur
  8. Kecelakaan pesawat terbang dan kereta api
  9. Macet dan kecelakaan mobil/motor
  10. Kecelakaan tambang
  11. Dan seterusnya…

Kebakaran Hutan

Kejadian buruk yang sering menimpa hutan adalah kebakaran. Kebakaran hutan seusia dengan adanya hutan itu sendiri. Kebakaran ini tidak hanya membahayakan kehidupan di hutan itu saja, tapi juga biosfir dengan segala fauna dan flora di dalamnya. Hal ini akan mengganggu diversitas biologi dan ekologi serta lingkungan di daerah itu. Selama musim kemarau, apakah ada atau tidak ada hujan sama sekali, hutan bisa dikotori oleh ranting dan daun kering yang bisa memicu percik api. Hutan di Kalimantan dan Sumatera adalah hutan yang paling sering terbakar setiap tahunnya, yang menyebabkan hilangnya banyak sekali tumbuhan dan penghuni di dalamnya.

Tsunami

Indonesia telah mengalami tsunami atau air laut pasang mendadak karena patahan di dasar laut yang cukup besar. Pergerakan tanah selalu terjadi, untuk mencari kesetimbangan atas beban dan tekanan di atas tanah itu. Akibat terparah adalah tsunami di Aceh dan terakhir yang menimpa Bantul, Yogyakarta dan daerah-daerah pantai selatan Pulau Jawa dalam lima tahun terakhir.

Angin Puting Beliung

Angin berputar di Indonesia biasa terjadi di sebelah selatan dan barat Indonesia. Dengan garis pantai yang panjang di berbagai pulau, perputaran angin ini bisa terjadi di setiap titik pulau. Perkembangan siklus tropis menjadi penyebab angin ini dibagi dalam 3 hal: pembentukan dan perkembangan awal, pematangan, dan modifikasi atau penurunan.

Perbedaan kondisi atmosfir dan samudera bisa menyebabkan perkembangan angin berputar ini. Temperatur hangat di laut sehingga kedalaman 60 m akan menciptakan penguapan air ke udara. Hal ini menyebabkan kelembaban tinggi di atmosfir hingga 7 km ke atas laut, yang kemudian memfasilitasi terjadinya kondensasi uap air menjadi titik dan awan berair.  Hal ini melepaskan energi panas yang amat sangat sehingga memicu tekanan di udara. Ketidakstablian atmosfir kemudian memicu formasi awal kumulus tegak lurus yang berkondensasi dengan udara di atas laut. Lokasi 4-5 derajat latitude dari garis khatulistiwa, memungkinkan tekanan terhadap rotasi bumi memberikan dampak reduksi angin berputar di sekitar pusat bertekanan rendah. Selanjutnya, angin akan termodifikasi atau hilang perlahan tergantung pusat tekanan rendah, udara yang menjadi hangat dan angin berkecepatan tinggi. Hati-hati terhadap perubahan melemahnya angin, yang bukan berarti angin telah berlalu. Di saat angin itu menyentuh tanah, terutama di daerah berbukit atau gunung, angin akan berputar balik dan banjir bandang akan datang dan bertahan dalam beberapa minggu.

Banjir

Banjir bisa disebabkan oleh melelehnya salju (yang tak mungkin terjadi di Indonesia), banjir disertai badai di daerah pesisir pantai atau sungai, serta banjir bandang. Banjir dan badai angin terjadi karena laut pasang (tekanan meteorologis). Badai dengan tekanan rendah menyebabkan permukaan laut naik, yang kemudian berjalan menuju pantai. Sungai juga mengalami peningkatan permukaan. Badai seperti ini biasa diasosiasikan dengan badai tropis. Hujan deras dan berkelanjutan di daratan bisa menambah parah keadaan.

Banjir bandang didefinisikan sebagai banjir dalam waktu singkat dengan volume air besar, yang datang dari hujan deras yang turun di satu daerah tertentu saja, yang biasanya juga dibarengi petir dan guruh. Hujan dengan konsentrasi tinggi di satu daerah kecil akan menyebabkan kehancuran daerah itu saat sungai meninggi beberapa kali lipat dari biasanya dalam hitungan sejam-dua jam. Banjir bandang bisa terjadi di tanah kering dan semi-kering. Di daerah ini, biasa juga terjadi gemuruh petir dan guruh di saat hujan sebentar. Jika sudah terjadi banjir bandang, banyak sekali tanah yang turut hilang ke laut saat kembali surut. Selain itu, daerah pegunungan juga kerap terkena banjir yang disertai petir dan guruh, yang juga akan mengikis tebing yang gundul. Niscaya, tanah surut dan longsor akan terjadi dalam waktu sekejap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: