Banjir

Banjir adalah bencana paling sering terjadi di Indonesia. Dampaknya bisa lokal (terjadi hanya di satu kelurahan atau desa), bisa juga lebih luas seperti area di sepanjang Sungai Ciliwung. Banjir khusus terjadi seperti saat tsunami di Aceh.

Banjir tidak selalu sama. Permukaan air ada yang naik perlahan dalam durasi beberapa hari, ada juga banjir bandang yang naik cepat, dalam beberapa menit bahkan tanpa tanda-tanda turun hujan. Banjir bandang adalah arus deras yang membawa batu, lumpur dan runtuhan puing yang tersapu sepanjang arus itu mengalir. Banjir juga bisa terjadi saat tanggul tak kuat menahan (meluap ataupun pecah). Jika pecah, tentu dampaknya akan seperti banjir bandang.

Selalu waspada terhadap bahaya banjir, di manapun Anda tinggal. Persiapkan diri jika tinggal di dataran rendah, dekat sungai atau tanggul, bahkan sungai kecil/anak sungai, selokan, gorong-gorong, apalagi bahkan di bantaran sungai sebesar Ciliwung.

Kerugian suatu daerah (kota atau negara) adalah perhitungan kerusakan bangunan, kehilangan barang berharga, hingga opportunity cost saat semua orang tidak bisa masuk kerja dan sekolah.

Sebelum banjir

Apakah Anda berada di daerah yang berisiko terkena banjir?

  • Ya
  • Tidak

Apakah Anda memiliki rencana penyelamatan diri dan persiapan suplai?

  • Ya
  • Tidak

Apakah Anda memiliki asuransi bencana banjir?

  • Ya
  • Tidak

Apakah Anda bisa membedakan jenis banjir dan setiap kemungkinan bahayanya?

  • Ya
  • Tidak

Apakah Anda membekali pengetahuan dan berita tentang bahaya banjir di sekitar Anda:

  • Ya
  • Tidak

Saat membeli properti rumah, apakah Anda tahu daerah itu sering terkena banjir, ataukah Anda sudah mempersiapkan pembangunan rumah yang antisipatif terhadap banjir?

  • Ya
  • Tidak

Apakah Anda telah menempatkan perangkat elektronik dan perabot rumah dari kain ke tempat yang bisa segera diselamatkan saat banjir datang?

  • Ya
  • Tidak

Apakah Anda telah merencanakan penempaan saklar listrik yang aman jika banjir melanda?

  • Ya
  • Tidak

Apakah Anda telah membangun perlindungan air masuk, seperti dinding lebih tinggi atau tanggul khusus?

  • Ya
  • Tidak

Jika banjir karena curah hujan deras, siapkan diri dengan memantau berita di televisi dan radio. Amankan semua barang berharga, bawa seperlunya saja jika harus mengungsi.

Jika banjir bandang, siapkan diri dengan memantau berita di televisi dan radio, dan siapkan diri untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi. Amankan semua barang berharga, proteksi diri Anda dan keluarga secara terencana.

Saat banjir

Jika air bertahap naik di sekitar daerah Anda, pastikan:

  • Anda mendengarkan radio atau menonton televisi untuk memantau situasi
  • Anda harus waspada jika banjir bandang datang sewaktu-waktu; evakuasi diri dan keluarga ke tempat yang lebih tinggi, jangan tunggu instruksi kepala desa, RT/RW/kelurahan.
  • Anda harus waspada terhadap sungai, selokan pembuangan, atau daerah lembah yang akan terkena banjir sewaktu-waktu. Banjir bandang bisa terjadi walaupun tanpa hujan.
  • Anda harus mengevakuasi diri dan keluarga, pastikan Anda telah melakukan hal-hal di bawah ini:
    • amankan rumah
    • matikan listrik, cabut semua perangkat elektronik dari saklarnya, dan jangan pegang alat elektronik di saat Anda berdiri di atas air banjir.
    • jangan berjalan di air banjir yang bergerak, sebaiknya berjalan hanya di air tenang dan gunakan bantuan tongkat untuk mengetahui keadaan jalan di depan Anda.
    • jangan membawa mobil di daerah banjir; jika air naik tinggi sekitar mobil, tinggalkan mobil Anda atau segera pindahkan ke tempat lebih tingg; jika tidak cepat, Anda bisa tersapu banjir dengan cepat.
  • Anda harus mengingat beberapa hal saat Anda menyetir di area banjir:
    • air setinggi 15cm bisa membuat orang kehilangan kendali atas mobilnya hingga membuat mobil itu mogok.
    • air setinggi dengkul manusia dewasa bisa menghanyutkan mobil sedan.
    • air sedada manusia dewasa bisa menghanyutkan mobil van dan pickup.

Setelah banjir

Selama periode banjir, ikutilah beberapa petunjuk ini:

  • Dengarkan laporan berita terutama apakah ada dan di mana berada suplai air bersih dan makanan disediakan.
  • Hindari air banjir yang mungkin dicemari minyak, bensin, atau kotoran manusia.
  • Hindari air banjir yang mengalir deras.
  • Hindari jalanan yang terkena banjir, yang aspalnya akan melemah dan akan berlubang jika dilalui mobil.
  • Jauhi tiang, kabel dan jalur listrik.
  • Laporkan ke PLN setempat atas kerusakan yang terjadi.
  • Kembali ke rumah jika pihak yang berwajib memperbolehkan kembali karena alasan keamanan Anda.
  • Jauhi gedung yang terkepung banjir.
  • Waspada saat masuk ke gedung tinggi, dengan kemungkinan bahaya tersembunyi terutama di pondasi bangunan yang rusak.
  • Perbaiki septic tank (penampungan kotoran), bak mandi/penampungan air, ataupun selokan yang rusak sesegera mungkin. Sistem saluran pembuangan yang rusak berbahaya terhadap kesehatan.
  • Bersihkan dan beri disinfektan di atas permukaan yang basah terkena banjir. Lumpur banjir bisa mengandung kotoran dan bahan kimia berbahaya.

Asuransi banjir

Perhatikan hal-hal ini jika Anda ingin membeli premi asuransi banjir:

  • kerugian pemilik rumah karena banjir tidak ditanggung asuransi
  • asuransi banjir tersedia melalui agen asuransi setempat
  • ada proses selama 30 hari sebelum asuransi banjir itu berlaku
  • asuransi banjir tersedia jika gedung itu berada di dalam atau daerah yang telah teridentifikasi sebagai daerah rawan banjir

Responses

  1. BaNJir dImAnA….mAnA…. TeRjAdI KaReNa kuRaNG kEsADaRaN DaRi MaSuIA iTuuUwWw sENdIrI…..

    CaYOOO….cAyO….InDoNeSiA DaRi KeTeRPuRuKaN bAnJiR Di nIdOnEsIa…….

    LeT’s GO…..lEt’s Gooooo!!!!!!!!!

    “FreDoM….InDoNeSiAN….”

  2. Bukan hanya kali ciliwung lho yg bikin budaya banjir… Sekarang ini citarum juga mulai ikut-ikutan muntah kayak ciliwung, titip aza dech buat pa gubernur jabar special to mr. Vice goovernoor of west java alias kang Dede Yusuf makasih buat kepeduliannya sama citarum, tp asyik lho kang dede sambil menyelam minum air alias sambil bertugas berarum jeram ria. Bravo buat Kang Dede Yusuf dech….

  3. Dulu waktu kecil, saya malah seneng banged banjir soalnya jadi biza maen air + mandi + ngejar-ngejar sendal yang hanyut. Kalo paz ujan gede turun, langsung ke luar rumah truz nongkrong di pancoran penadah hujan buat mandi (pake baju pastinya..(soalnya cewe ^-^;)).

    I like rainfall..!!

    Sekarang sih malah kagak pernah kebanjiran (air) lagi. Berkah sih.. tapi kangen juga (he.. he..).

  4. Pendeteksian banjir agak mudah : -Hampir tiap daerah banjir adalah langganan tiap tahun. -Waktu banjir juga setiap tahunnya hampir rutin musim penghujan -Berada pada daerah DAS sungai -Sering berada pada dataran Rendah -Kawasan muara sungai -Daerah dengan curah hujan tinggi -Sarana infrastuktur yang sembrawut seperti sitem drainase air -Sanitasi rendah. Sehingga siapa yg berada dikawasan harus sudah siap baik model rumah, keselamatan, Ketersedian dana dll


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: